Hukuman-Hukuman Mati Yang Paling Mengerikan di Dunia

HUKUMAN-HUKUMAN MATI YANG PALING MENGERIKAN DI DUNIA

Berita Terbaru Hukuman mati seringkali diberi untuk tindakan pelanggaran hukum yang berat. Misalnya pembunuhan, pembunuhan berantai, pemerkosaan, terorisme, dan sebagainya. Di zaman modern ini, hukuman mati biasanya dilakukan dengan menembak kepala, cambuk, pancung, atau serta menyekap si kriminil di kamar dengan gas beracun.

Bagimu beberapa cara itu kemungkinan terdengar mengerikan. Tetapi nyatanya masih banyak, lho, hukuman mati yang lain yang lebih dari itu. Di bawah ini beberapa cara eksekusi paling menyakitkan yang akan membuat kamu merinding. Yuk, baca!

HUKUMAN-HUKUMAN MATI YANG PALING MENGERIKAN DI DUNIA

Scaphism
Cara yang pertama ini akan membuat si terdakwa mati dengan perlahan. Berasal dari Persia Kuno (500 SM), beberapa orang yang bersalah akan ditelanjangi serta diikat ke tangkai kayu. Mereka lantas dibiarkan mengapung di danau atau sungai.

Beberapa orang itu selanjutnya diminta untuk minum susu serta madu sampai alami diare yang kronis. Tidak cukup sampai disana, badan mereka juga diberi oleh madu untuk menarik serangga. Pada saat tubuhnya digigiti, mereka juga tidak dapat lakukan apa-apa.

Biasanya, orang yang memperoleh hukuman scaphism ini akan mati sebab gabungan dari gangren (infeksi jaringan badan yang kronis), sengatan matahari, serta infeksi sebab kotoran serta muntahannya sendiri. Proses itu kira-kira memerlukan waktu 17 hari.

Di rebus hidup-hidup
Hukuman mati selanjutnya berasal dari Masa Pertengahan. Saat itu, warga di beberapa negara seringkali rebus hidup-hidup orang yang bersalah. Kejahatan yang dilakukan juga bermacam-macam. Dari mulai pembunuhan, pemerkosaan, sampai pemalsuan uang.

Rebus manusia dengan hidup-hidup ialah hukuman yang benar-benar menyiksa. Pasalnya kematian tidak akan tiba dengan instant, tetapi perlahan. Hal pertama yang dirasa tentunya syok, selanjutnya diikuti dengan terbakarnya kulit lapis untuk lapis, sampai hancurnya jaringan lemak.

Cairan yang dipakai untuk eksekusi juga berbagai macam. Dari mulai air biasa, larutan lilin, wine, sampai timah cair. Untungnya, cara ini terakhir diaplikasikan oleh Uzbekistan pada tahun 2002.

Mazzatello
Mazzatello ialah cara eksekusi mati yang diaplikasikan oleh Papal States, sebuah daerah yang ada di Italia. Warga biasa memberi hukuman mati beberapa pendosa gereja memakai palu kayu yang besar.

Palu itu akan diayunkan sekali mengarah kepala terdakwa. Sebab tidak dapat menghilangkan nyawa, beberapa pelaku eksekusi selanjutnya menggorok leher korban. Hukuman ini mempunyai tujuan untuk menyiksa serta memberi pelajaran ke orang lain supaya tidak melakukan dosa.

The blood eagle
The blood eagle ialah cara eksekusi yang biasa diaplikasikan oleh prajurit Norse Kuno (Jerman Utara) Hukuman yang satu ini benar-benar tidak ada hubungan dengan elang. Lantas mengapa diberi nama the blood eagle?

Badan si terdakwa akan dirubah sampai seperti seperti elang. Bagaimana triknya? Dikutip dari All That’s Interesting, punggung mereka akan dibuka, selanjutnya tulang rusuknya dipatahkan sampai muncul keluar seperti sayap. Dari sana, beberapa eksekutor akan melumuri paru-paru dengan garam.

Kematian yang satu ini memerlukan waktu beberapa waktu. Pemicu kematian korban umumnya sebab kekurangan darah, oksigen, serta rasa sakit yang mengagumkan.

Catherine wheel
Catherine wheel atau yang diketahui sebagai breaking wheel ialah langkah eksekusi mati yang biasa dipakai di Jerman pada Masa Pertengahan. Beberapa terdakwa akan diikat ke satu roda besar serta diletakkan di pusat keramaian.

Roda itu selanjutnya diputar tiada henti. Pada saat berputar-putar, algojo akan memukul badan terdakwa dengan keras berulang-kali. Lebih parahnya , proses itu dilihat oleh kebanyakan orang, terhitung anak kecil.

Penyiksaan dengan bambu
Langkah ini terkenal dikerjakan di beberapa negara Asia seperti Sri Lanka serta Thailand. Tidak sama yang kamu pikirkan, ini bukan penyiksaan yang dikerjakan dengan memukuli orang dengan tangkai bambu.

Beberapa orang yang bersalah akan diikat horizontal ke tanaman bambu yang barusan tumbuh. Seperti yang kita ketahui, perkembangan bambu sangat cepat. Dalam 24 jam, akan ada tunas baru yang menembus tubuh si terdakwa.

Perkembangan bambu itu yang akan memunculkan rasa sakit. Pikirkan saja, tubuhmu ditusuk oleh benda yang berbuntut tajam tetapi dengan perlahan. Lama kelamaan, orang yang dilakukan akan mati sebab infeksi kronis, dehidrasi, serta rasa sakit yang mengagumkan.

Brazen bull
Bila kamu pernah melihat film Midsommar, kamu tentu familier dengan eksekusi mati yang satu ini. Di adegan terakhir, dipertunjukkan pemeran utama lelaki dimasukkan ke dalam tubuh beruang selanjutnya dibakar hidup-hidup.

Perbedaannya, untuk brazen bull, warga Yunani memakai banteng yang dibikin dari logam. Badan banteng itu berlubang. Mereka akan memasukkan orang yang bersalah ke dalamnya. Kemudian, banteng logam itu akan dibakar.

Dikutip dari How Interesting, orang yang diberi hukuman akan menjerit-jerit kesakitan hingga membuat banteng itu seolah-olah hidup. Bagian itu yang disukai oleh masyarakat Yunani Kuno.

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *