Jenis-Jenis Penyakit Yang Sering Menyerang Kaum Laki-laki

JENIS-JENIS PENYAKIT YANG SERING MENYERANG KAUM LAKI-LAKI

Berita Terbaru Terdapat beberapa ketidaksamaan di antara laki-laki dan wanita, dari mulai fisik, pola hidup, rutinitas, serta sampai permasalahan kesehatan. Biasanya lelaki dipandang sebagai makhluk yang lebih kuat dibanding wanita, tetapi nyatanya pernyataan ini tidak sepenuhnya benar.

Serta ada beberapa permasalahan kesehatan yang seringkali menyerang laki-laki dibanding wanita. Nah, mencuplik dari Healthline serta Best Life, berikut beberapa penyakit yang seringkali menyerang golongan lelaki.

JENIS-JENIS PENYAKIT YANG SERING MENYERANG KAUM LAKI-LAKI

Parkinson
Waktu seseorang terkena penyakit Parkinson, selama bertahun-tahun otak menjadi makin rusak, keadaan ini mengakibatkan badan seringkali bergetar tidak teratasi serta membuat otot jadi lamban serta kaku. Serta sayangnya, lelaki lebih rawan terserang penyakit ini.

Pada sebuah meta-analisis tahun 2004 yang diedarkan dalam Journal of Neurology, Neurosurgery & Psychiatry, didapatkan hasil jika laki-lakis 1,5 kali lebih beresiko terserang Parkinson dibanding wanita.

Kanker ginjal
Laki-laki punya peluang dua kali semakin besar terserang kanker ginjal dibandingkan wanita, yang menurut American Cancer Society, ini bisa saja sebab paparan bahan kimia beresiko di tempat kerja serta pola hidup merokok.

Bila kamu mulai lihat terdapatnya darah dalam urin, ngilu yang mengagumkan di punggung bawah, demam, penurunan berat tubuh tanpa ada alasan yang pasti, dan kecapekan yang berlebihan, kamu harus berkunjung ke dokter untuk mengetahui kondisimu dengan tentu.

Encok
Encok ialah sejenis radang sendi yang dikarenakan oleh penimbunan asam urat dalam tubuh, yang selanjutnya bisa mengakibatkan pasien rasakan ngilu yang mengagumkan di persendian. Serta sebab dengan alami badan wanita memiliki kandungan lebih sedikit asam urat dibanding laki-laki, karena itu wanita lebih kecil kemungkinannya untuk terserang penyakit ini.

Terlebih, kandungan asam urat pada tubuh bisa alami penambahan berlipat-lipat saat individu konsumsi daging merah, kerang, minuman manis, serta alkohol. Untuk itu, kamu perlu membatasi mengonsumsi beberapa produk di atas untuk menolong menghindarkan rasa sakit karena encok.

Kanker kulit
Menurut Skin Cancer Foundation, dua pertiga dari masalah kematian karena melanoma pada tahun 2013 ialah lelaki. Atau lebih detilnya, 60 % dari semua masalah kematian karena melanoma berlangsung pada pria kulit putih di atas umur 50 tahun.

Untuk menolong menahan kanker kulit, kamu butuh melatih menggunakan pakaian lengan panjang serta celana panjang, topi dengan tepian lebar, kacamata hitam, serta tabir surya waktu berada di luar ruangan. Kamu dapat mengurangi efek terserang kanker kulit dengan menghindarkan paparan sumber sinar UV, seperti tanning bed atau sunlamps.

HIV
Umumnya laki-laki tidak mengerti saat dirinya telah terinfeksi HIV sebab tanda-tanda awalnya mirip pilek atau flu. Menurut data Center for Disease Control and Prevention pada tahun 2010, laki-laki bertanggungjawab atas 76 % masalah orang yang terinfeksi HIV.

Setelah itu, menurut Center for Disease Control and Prevention mengatakan jika lelaki yang berhubungan seksual dengan laki-laki bertanggung jawab atas sejumlah besar masalah infeksi HIV. Diluar itu, laki-laki ras Afrika-Amerika punya tingkat infeksi HIV tertinggi antara semua masalah HIV yang menyerang laki-laki.

Kanker pankreas
Menurut catatan dari Sol Goldman Pancreatic Cancer Research Center, laki-laki, terutamanya dari ras kulit hitam jauh memungkinkan didiagnosis menderita kanker pankreas. Serta pemicu penting dari masalah kanker pankreas ialah sebab rutinitas merokok.

Dengan perkiraan satu diantara empat masalah kanker pankreas dikarenakan oleh rutinitas merokok. Logis rasanya bila umumnya masalah kanker pankreas terkena oleh laki-laki, karena laki-laki memungkinkan punya rutinitas merokok dibanding wanita.

Demikianlah beberapa penyakit yang makin banyak menyerang laki-laki dibanding wanita. Walau demikian, semua penyakit di atas dapat dikurangi risikonya dengan pola hidup yang sehat.

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *